JKT48, Idol dan Fandom yang Unik


 

Sudah dua tahun saya berada di dunia yang sebelumnya benar-benar asing. Dunia yang penuh warna, atau bisa saya katakan terlalu banyak warna yang bisa saya lihat dan rasakan. Ada warna yang indah, ada warna yang sangat tidak layak untuk dipandang, ada warna yang biasa saja tapi cukup menyejukkan hati, ada warna yang sama sekali tidak saya pedulikan, dan banyak lagi. Inilah dunia yang biasa disebut fandom JKT48
Sebagai idol group, JKT48 telah berhasil menciptakan komunitas besar fanatisme yang sangat masif, sejak kemunculan mereka akhir tahun 2011. Saya sendiri mulai menjadi fans mereka sejak Februari 2012. Ya, dari awal karir mereka. Masa dimana belum banyak yang mengetahui mereka, kecuali lewat iklan Pocari Sweat dengan lagu heavy Rotation-nya
Kini, setelah dua tahun menjadi fans JKT48, ada banyak yang telah saya lalui dan rasakan. Dan dengan pengalaman fanatisme selama dua tahun ini, saya akan mencoba menjelaskan apa itu fandom JKT48 dalam beberapa poin

1.      1. Fandom yang “digerakkan” oleh internet dan media sosial
Internet bukan hal yang tabu lagi di Indonesia, bahkan sudah jadi tren. Anak muda berlomba-lomba memiliki ponsel pintar berbasis Android atau iOS. Dan JKT48 memanfaatkannya sebagai media pemasaran yang amat sangat efektif. Bisa dibilang JKT48 besar lewat internet dan media sosial

Pernah dalam suatu pagi buta, manajemen JKT48 mengumumkan lewat Twitter akan ada penjualan photopack seri terbaru di siang harinya (tweetnya bisa dibaca disini https://twitter.com/officialJKT48/status/301876105839792129). Pengumumannya hanya 7 jam sebelum penjualan. Dan di siang harinya, f(X) Sudirman lantai 4 dipenuhi ratusan fans JKT48 yang siap mengantre

Yang menjadikan hal ini luar biasa adalah, walaupun diumumkan di pagi hari sedangkan penjualannya di siang harinya, dan hanya lewat Twitter, informasi itu langsung tersebar ke berbagai kalangan fans JKT48 dalam waktu beberapa jam saja. Mereka sudah standby di teater JKT48 untuk membeli Photopack satu jam sebelum penjualan. Photopack memang salah satu merchandise JKT48 yang paling digemari, berupa satu paket foto member JKT48 secara acak yang dijual sekitar 2 minggu – sebulan sekali dengan harga Rp 50.000 per paket

Itu cuma salah satu fenomena dahsyatnya pengaruh internet dan media sosial di fandom JKT48, karena bisa dibilang hampir semua event yang diselenggarakan JKT48 mengandalkan internet dan media sosial sebagai sarana promosi dan operasional. Pemesanan tiket teater JKT48 hanya bisa dilakukan lewat situs JKT48, dan teater JKT48 hampir tidak pernah sepi. Pengumuman berbagai event seperti handshake event, direct selling, 2shot, dan event lainnya juga memakai sarana website, Facebook Fanpage dan Twitter. Hanya dengan media promosi yang murah meriah saja, JKT48 akan didatangi dengan ratusan bahkan ribuan fans

Ini menunjukkan bahwa fans JKT48 sebagian besar sudah melek teknologi, dan manajemen JKT48 memanfaatkannya dengan sangat baik

2.      2. Fandom dengan sensitifitas fisik dan seksual yang tinggi
Sebagai grup idola yang anggotanya wanita dan sebagian besar fansnya adalah lelaki, maka obrolan yang menjurus ke arah fisik dan seksualitas sudah menjadi makanan sehari-hari di fandom JKT48. Dari sekadar obrolan tentang gaya rambut, warna kulit, dan kecantikan member, hingga ke bagian yang sangat sensitif, misalnya (maaf) paha dan ukuran dada

Kalau dibilang fans JKT48 itu berpikiran mesum, tidak sepenuhnya salah sih, tapi juga tidak serta-merta menunjukkan kalau fans JKT48 itu pelaku mesum. Meskipun pikiran mereka penuh dengan imajinasi liar akan oshimen (member yang disukai), tapi itu hanya berlaku di pikiran mereka saja. Di depan member JKT48, mereka akan langsung berubah jadi kaku, malu-malu, atau mencoba ramah dengan member. Ada sih satu kasus dimana salah satu member dihina secara fisik oleh fans, tapi itu jarang sekali, bisa dibilang itu pengecualian atas perilaku fans JKT48


3.      3. Fandom dengan kecemburuan dan persaingan yang tinggi
Suatu fandom memang wajar jika dipenuhi oleh kecemburuan. Tapi, apa yang terjadi di fandom JKT48 bukanlah kecemburuan biasa. Fandom JKT48 justru adalah fandom yang bangga akan rasa cemburu, dan rasa cemburu tersebut seringkali memicu persaingan

Kenapa saya bilang begitu? Karena kecemburuan di fandom JKT48 tidak hanya kepada idolanya saja, tapi juga ke sesama fans. Dan seringkali kecemburuan yang mereka rasakan dijadikan kekuatan untuk menaikkan gengsi

Saya berikan tiga contoh. Pertama, sebagai idol group dengan basis teater, JKT48 melakukan pementasan hampir setiap hari di teaternya. Teater JKT48 ada di daerah Jakarta Selatan, sehingga fans JKT48 di luar Jabodetabek dan sekitarnya relatif sulit untuk kesana. Muncullah kecemburuan antara fans yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya dengan fans yang ada di daerah-daerah yang jauh dari Jakarta. Fans-fans JKT48 yang tinggal jauh dari Jakarta biasa disebut “fans layar kaca”. Sebutan ini berarti fans yang hanya bisa melihat penampilan JKT48 di televisi

Kedua, karena show teater JKT48 digelar rutin hampir setiap hari, tentu ada beberapa fans (dengan uang lebih tentunya) yang sangat sering menonton teater. Mulailah ada kecemburuan kecil diantara fans-fans yang jarang menonton teater. Fans-fans yang sering menonton teater itu dianggap lebih tinggi derajatnya, dianggap lebih senior, sehingga sering disebut “sepuh” atau “skyman”. fans-fans seperti itu disebut-sebut seperti “dispesialkan” oleh manajemen JKT48 terutama dalam hal mendapatkan tiket teater

Ketiga, dengan jumlah member yang sangat banyak, fans JKT48 juga terbagi-bagi menjadi beberapa fanbase member. Ada Kinalova (fans Kinal), Naomissions (fans Naomi), Melodiest (fans Melody), Hannaichi (fans Hanna), dan banyak lagi. Masing-masing member punya fanbasenya sendiri. fanbase member JKT48 dibuat sendiri oleh fans, tidak difasilitasi oleh manajemen JKT48. Dengan jumlah fanbase member sebanyak itu, persaingan antar fanbase dalam mendukung member favoritnya tidak terelakkan. Apalagi JKT48 sudah terbiasa dengan tradisi voting, seperti voting Revival Show, voting Majalah Hai, voting Kalender Senbatsu, dimana fans menjadi penentu siapa saja member yang berhak tampil di event-event tersebut

Masih banyak kecemburuan dan persaingan lainnya di fandom JKT48 yang tidak bisa saya jelaskan. Tapi dengan kenyataan-kenyataan diatas saja bisa dibayangkan, selain masif, fandom JKT48 juga sangat kompleks

44. Kumpulan orang-orang yang terkucilkan di luar fandom
Orang-orang yang tergabung dalam fandom JKT48 kebanyakan adalah orang yang punya pergaulan yang sempit di luar fandom JKT48. Mungkin karena memang dari awal tidak punya teman banyak lalu di fandom JKT48 ia memperluas pergaulan, atau sebaliknya, menjadi fans JKT48 malah menjauhkan dirinya dengan teman-teman di luar fandom

Fans JKT48 selalu berkutat dengan ponsel atau gadget, asyik berkomentar di forum-forum fans JKT48, atau di grup-grup chatting fanbase. Saking asyiknya sampai mereka sering tidak sadar bahwa kebiasaan itu membuat mereka menjadi anti-sosial. Mereka jauh dengan pertemanan di dunia nyata. Kalaupun ada pertemanan di dunia nyata, teman-temannya kebanyakan fans JKT48 juga. Fans JKT48 seperti terperangkap di dalam suatu lingkaran yang sulit ditembus, atau mungkin mereka malah nyaman terperangkap dalam lingkaran itu

NB : Poin ini tidak berlaku bagi fans JKT48 yang sudah bekerja

5.      5. Fandom dengan kekompakan dan fanatisme yang luar biasa
Tentu ada setuju jika fans JKT48 tidak sama dengan fans artis lainnya di Indonesia. Malah saya berani memadankan fans JKT48 itu selevel dengan suporter sepak bola, dalam hal kekompakan dan fanatisme

Chant (yel-yel penyemangat) yang diteriakkan fans saat JKT48 perform, serta lightstick yang diayunkan dengan kompak, sudah cukup membuktikan kalau fans JKT48 begitu “berisik” dan “bersemangat”. Tidak beda jauh dengan suporter sepak bola yang juga identik dengan yel-yel dan fanatisme yang luar biasa

Dengan berbagai fenomena diatas, mungkin anda bertanya, apakah saya nyaman berada di fandom JKT48?
Sejauh ini saya cukup nyaman berada disini. Walaupun cukup rumit dalam mengurus salah satu forum fans JKT48 terbesar di facebook (saya adalah admin salah satu forum fans JKT48), tapi banyak hal di luar forum yang membuat saya senang dan menambah pengalaman. Dan yang terpenting, JKT48 telah menjadi wadah bagi saya untuk dihargai. Dihargai sebagai admin forum dan dihargai oleh teman-teman saya dalam fandom JKT48

2 komentar:

  1. saya sebagai fans dari 48family mengiyakan apa yg udh diteliti sama agan . . . dan menurut saya, saya lebih cenderung ke fandom pencemburu sama fandom kekompankan . . . tp kalo utk JKT48, saya lebih ke fandom kekompakan. . . tapi itulah warna dari fans 48 family, itu yang saya nikmati . . .

    BalasHapus
  2. Saya bukan fans berat JKT48 sih, jadi bisa ngerasain kebenaran artikel ini hahaha...temen2 cowo saya *btw saya SMA* sikapnya ya gitu2 lah... terutama yang 'kumpulan orang terkucilkan diluar fandom' hahahahaa bener banget (y) bagus ni artikelnya lumayan nambah wawasan dan pengertian :v

    BalasHapus

Fans yang baik akan selalu berkomentar dengan baik :)
Kalau gak punya akun Gmail, pilih aja Name/url, terus isi dengan nama dan alamat facebook/twitter kalian...
Silakan berkomentar :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...